Karyawan BPKP Akan Terima Remunerasi

BERSAMAAN DENGAN PEMBERLAKUKAN TNI / POLRI DAN KEJAKSAAN

Senin, 01 Juni 2009 – 14:49 WIB

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) nampaknya mendapat kado istimewa di hari jadinya yang ke-26. Menyusul Depkeu, MA dan BPK, karyawan BPKP akan menerima remunerasi dalam beberapa bulan mendatang.

Kabar gembira itu disampaikan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi dalam peringatan Hari Jadi BPKP ke-26 di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Sabtu (30/5/2009) akhir pekan lalu.

“Sekarang sedang disiapkan. Kita harapkan akan segera terealisasi. Tapi, remunerasi ini seharusnya diimbangi dengan peningkatan kinerja juga,” pesan dia seraya menegaskan, remunerasi diperlukan untuk mengimbangi tanggung jawab BPKP yang terbilang cukup berat sebagai pengawas kinerja pemerintah.

“Besarnya amanah dan tanggung jawab BPKP saat ini dirasakan belum sepadan dengan gaji dan tunjangan yang diberikan. Menyikapi hal itu, maka saya sampaikan bahwa saya telah menandatangani usulan agar BPKP diberikan remunerasi baru bersamaan dengan pemberlakukan di TNI/Polri dan Kejaksaan,” papar Taufiq seperti dilaporkan Detikcom.

Pada kesempatan yang sama Kepala BPKP Didi Widayadi menambahkan, remunerasi ini sudah mendapat persetujuan dari pemerintah, bahkan sudah ada alokasi dananya di Bappenas. “Jadi kita harapkan tahun ini bisa. Mungkin beberapa bulan ke depan,” ungkap dia.

Senada dengan Taufiq, Didi menandaskan, remunerasi bukan akhir dari kinerja melainkan awal dari peningkatan kinerja BPKP. Selain itu menurut dia, remunerasi diperlukan sebagai salah satu strategi untuk mempertahankan loyalitas auditor BPKP. “Saya tidak mau auditor kita kaki kirinya dimana kaki kanannya di tempat lain,” ujar Didi beribarat.

Dibajak

Didi mengakui, uaditor-auditor BPKP memang masih kerap dibajak oleh institusi pemerintah lainnya. Hingga kini tercatat ada sekitar 700 auditor BPKP sudah dibajak oleh pihak lain. Faktor utamanya adalah penghasilan dan kewenangan yang lebih menggiurkan.

“Sudah rahasia umum, auditor kita banyak yang dibajak. Ini membuat sumber daya manusia kita semakin sedikit dan menyulitkan pembelajaran bagi yang lainnya,” kata Didi seraya merinci, pembajakan biasanya berawal dari penempatan auditor BPKP di instansi atau pemerintah daerah. Di instansi tersebut, auditor BPKP biasanya mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dibanding di BPKP.

“Kalau di sini (BPKP) dia dapat Rp 5 juta, di tempat itu mungkin bisa sampai Rp 30 juta. Secara manusiawi mungkin saya mengerti, tapi kan kepentingan pribadi jangan sampai mengalahkan kepentingan negara,” kata dia.

Jangka waktu penempatan audito BPKP di instansi pemerintah lain biasanya adalah 3 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun. Setelah itu auditor harus ditarik dan digantikan oleh auditor lain. Salah satu kasus yang sedang ramai saat ini adalah penarikan auditor BPKP dari KPK yang ditolak oleh lembaga antikorupsi itu.

Didi menegaskan, pihaknya akan tetap menarik auditor-auditornya yang sudah “dititipkan” di KPK selama 3 tahun. “Tidak akan kita perpanjang menjadi 4 tahun. Kalau orangnya (auditornya) tidak mau dan memilih untuk berhenti dari BPKP, maka akan kita berhentikan secara tidak terhormat sehingga tidak bisa diterima di instansi mana pun. Ini sudah kita bicarakan dengan Menneg PAN,” papar dia.

Saat ini ada sekitar 58 auditor BPKP yang ada di KPK. Untuk tahap awal, ada sekitar 25 orang yang akan ditarik karena sudah 3 tahun ditempatkan di KPK. BPKP menjalakan “crash program” untuk memperbanyak auditor-auditor baik dari level sarjana maupun diploma. Kebutuhan auditor di seluruh Indonesia saat ini mencapai 46.000 orang. Ada yang berminat?

http://www.portalhr.com/

~ oleh panahanti86 pada 11 Juni 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: