Petani Salak Cenderung Pakai Biji Ketimbang Cangkok

Sibetan, Upaya pengembangbiakan tanaman salak dengan teknologi pencangkokan yang diprogramkan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali beberapa tahun lalu, ternyata belum mampu membantu petani salak.

Petani salak di Desa Sibetan, Kalanganyar dan sebagian wilayah Kecamatan Selat, saat beritabali.com temui mengaku ogah terapkan ilmu dari BPTP dan lebih memilih perbanyakan lewat biji, ketimbang system cangkok, seperti yang disarankan oleh pihak BPTP.

Alasannya, pembibitan biji tumbuhnya lebih stabil ketimbang cangkok dan hasilnya pun bisa sampai 7 kilogram per tanaman saat musim panen. Salah seorang petani salak, I Made Windia mengaku kalau disekitar desanya sempat menerapkan
system cangkok pada pol-nya. Akan tetapi umur tanaman salak seperti itu cepat mati, sebelum sempat berbuah, karena daunnya menguning.

Diakuinya, pembibitan dengan metode biji, membutuhkan waktu cukup lama dibanding cangkok. Hanya saja, hasilnya lebih baik dan juga lebih banyak.

From : Beritabali

~ oleh panahanti86 pada 11 Juni 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: