Kenaikan Gaji Harus dari Bawah

Thursday, 29 October 2009
JAKARTA(SI) – Pimpinan MPR dan DPD meminta skema kenaikan gaji memprioritaskan pegawai negeri sipil,TNI,dan Polri di level terbawah lalu bergerak ke level atas.
Menurut Ketua MPR Taufik Kiemas, dalam rencana kenaikan gaji ini, pemerintah harus menaikkan dulu gaji pegawai negeri sipil dengan prioritas golongan I terus berlanjut hingga jenjang golongan IV. Perhitungan sementara, setidaknya ada 4 juta PNS di seluruh Indonesia. Demikian juga untuk TNI dan Polri. Pemerintah harus menaikkan dulu mulai pangkat terendah lalu ke pangkat lebih tinggi.

“Nggak berani dong kalau pemerintah hanya menaikkan gaji buat gubernur dan menteri saja,” katanya seusai rapat pimpinan MPR,DPR, dan DPD di Jakarta kemarin. Taufik menegaskan, rencana kenaikan gaji itu juga harus diberikan kepada guru dan pegawai honorer, serta pensiunan.Bahkan,Taufik meminta penghitungan kenaikan bagi pegawai dan guru honorer serta pensiunan harus dilakukan lebih dahulu.

“Honorer dan pensiunan harus termasuk juga.Malah,meski naik dulu itu,”tegasnya. Jika skema itu sudah dilakukan, Taufik menilai wajar jika pemerintah kemudian menaikkan gaji 34 menteri dan 33 gubernur. Ketua DPD Irman Gusman juga sepakat bahwa kenaikan gaji itu sebaiknya diprioritaskan kepada pegawai di level bawah.

Namun,Irman menilai, sebelum menentukan besaran kenaikan gaji pemerintah perlu melihat kondisi keuangan negara dan pemilihan waktu yang tepat.“ Penting juga untuk melihat seberapa efektif kenaikan gaji itu mempengaruhi kinerja,”katanya. Menurut dia, sebaiknya wacana kenaikan gaji ini dibiarkan berkembang secara sehat. Ini penting agar pemerintah bisa menyerap banyak aspirasi publik sebelum menentukan skema kenaikan gaji yang akan diterapkan.

Sementara itu,pemerintah memastikan kenaikan gaji 2010 mendatang hanya untuk kalangan pejabat pemerintahan. Di luar golongan tersebut, tidak mendapatkan kenaikan. Deputi Kementerian Negara Pendayagunaan AparaturNegara (Kemeneg PAN) dan Reformasi Birokrasi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Ramli Naibaho menjelaskan,yang dimaksud pejabat negara adalah penyelenggara negara yang menerima gaji dari APBN.

”Di luar itu,tidak termasuk yang naik gaji,”katanya. Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang (UU) No 43/1999 mengenai pokok-pokok kepegawaian, pejabat negara yang dimaksud terdiri dari presiden,wakil presiden, menteri, pejabat negara setingkat menteri,Ketua DPR,MPR, beserta wakil dan anggota, hakim serta kepala daerah. Kenaikan tersebut juga tidak sembarangan karena harus melihat kinerja dan beban kerja dari masing-masing pejabat tersebut,”katanya.

Pihaknya juga telah menyusun grade atau kelas-kelas yang akan menjadi patokan gaji para pejabat sehingga semua pejabat. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, sebenarnya kenaikan gaji pejabat negara bukan merupakan agenda yang mendesak.

Agenda utama adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dia melanjutkan, untuk Meneg PAN dan Reformasi Birokrasi, sesuai kontrak politik dengan presiden, lebih memfokuskan kinerja pada percepatan reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik, dan menyiapkan rencana strategis untuk tahun 2009-2014.

”Sebaiknya, kita fokus saja dulu kepada tugas dan tanggung jawab sebagai pengemban amanah negara,”katanya. Anggota DPR Harry Azhar Azis sangat setuju dengan adanya kenaikan tersebut. Menurutnya, sudah seharusnya gaji tertinggi dalam pemerintahan adalah presiden dan kedua adalah wakil presiden yang dilanjutkan pimpinan yang dipilih rakyat seperti, gubernur, walikota, bupati, dan anggota DPR maupun DPRD.”Kita juga sudah menyetujui anggaran cadangan sekitar Rp2 triliun,”katanya. (helmi firdaus/helmi syarif)

~ oleh panahanti86 pada 30 Oktober 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: